Request Kisah Mahabarata

Request Kisah Mahabarata

Hallo para sobat setia pembaca blog nyg…

Jadi gini, kita itu kan udah masuk ke era modern kan yaaa. Mungkin berbagai kalangan terutama kalangan muda pastinya akrab degan yang namanya perkembangan teknologi.

Bagus siih kalau kita bisa mengikuti perkembangan zaman. Kenapa? Coba aja kalau kita tuh ngga ngikutin perkembangan zaman, mungkin negara kita akan tertinggal dengan negara lain bukan?

Eittss tapi ada tapinya nih sob..

Kalau di era modern seperti ini kita ngga bisa menyaring ke arah yang lebih positif lagi, mungkin justru kita akan merasakan dampak negatifnya nih.

Lihat aja sekarang, munculnya sosial media memang membuat kita mampu berkomunikasi lebih mudah dan lebih cepat. Namun dengan munculnya sosial media tentunya malah bisa mengurangi esensi sosial yang sebenarnya.

Pasti sobat semua pernah dengar istilah “mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat.” Yaaap istilah itu sangat pas sebagai gambaran kita saat ini dalam memanfaatkan sosial media.

Jadi pernah nih nyg ada acara di sebuah pernikahan. Terus ngga sengaja nyg ngelihat ada beberapa orang yang duduknya bersebelahan dan ironisnya mereka tidak ada yang saling mengbrol, justru mereka asyik dengan gawai masing-masing.

Nah itu mungkin segelintir contoh negatif perkembangan teknologi kali yaa sob. Tapi ada yang lebih parah nih daripada sekedar itu.

Memang ngga bisa dipungkiri, arus perkembangan zaman membuat segalanya mudah diakses dan diterima terutama kebudayaan dari luar negeri. Coba aja tuh kebudayaan Korea ataupun Amerika sana. Pasti banyak tuh digandrungi oleh para kaula muda Indonesia, padahal sejatinya kurang relevan.

Lantas kebudayaan lokal yang seharusnya dijaga malah hilang begitu saja. Sunggu ironis.

Nah ini banyak usulan dari temen-temen nyg tentang blog ini kalau blog ini juga membahas kisah pewayangan, khususnya kisah Mahabarata.

Rata-rata yang kasih usulan ini tuh temen-temen SD nyg dulu. Yaaa mungkin mereka ingin bernostalgia kali yaa dengan cerita pewayangan.

Masih ingat ngga sih dulu kalau pelajaran bahasa Jawa ada meteri maupun soal tentang pewayanagn? Masih inget doong pastinya.

Kalau ngga salah dulu itu ada soal begini: sebutkan nama-nama dari Pandawa 5. Gitu. Yaa kan? Terus ada lagi soal seperti ini: apa nama senjata panah milik Arjuna?

Nah padahal kisah pewayangan itu sangat bermanfaat looh soalnya kan banyak berbagai macam karakter tokoh dan jalan ceritanya benar-benar menggambarkan sebuah bentuk kehidupan.

Bahkan tidak berlebihan kalau cerita pewayangan bisa dikorelasikan dengan politik. Kenapa? Ada tuh yang cara berpolitiknya seperti Sengkuni yang gemar mengadu domba. Atau ada yang mirip Werkudara yang sifatnya tegas, keras, dan lugas. Macam-macam lah pokoknya.

Jadi kebudayaan seperti ini harus terus diwariskan gitu sob di era modern seperti ini. Walaupun sepengetahuan nyg bahwa kisah pewayangan itu asli dari India, namun di Indonesia mengalami akulturasi, khususnya dengan budaya Jawa.

Terlebih lagi, kisah pewayangan lebih cocok dengan kebudayaan kita yang lebih ke arah kebudayaan timur, bukan barat. Masa iya kita ngga rindu sih kisah pewayangan Mahabarata?

Maka dari itu selain artikel sepakbola dan artikel sosial-politik, di blog nyg ini akan ada kisah Mahabarata.

Terus kapan kisah itu bisa diterbitkan? Yaaa mudah-mudahan bisa secepatnya, karena nyg perlu cari referensinya terlebih dahulu, agar ceritanya berbobot dari awal hingga akhir.

Sekian deh yaa dari nyg, kalau sobat-sobat ingin ada usulan silahkan japri nyg aja yaa.

Terima kasih….

Subscribe to receive free email updates: