Regenerasi Sempurna Timnas Jerman



Regenerasi Sempurna Timnas Jerman
Jerman berhasil meraih trofi Piala Konfederasi 2017 di Rusia.

Tim nasional Jerman berhasil keluar sebagai juara pada ajang Piala Konfederasi 2017 di Rusia. Mendengar kesusksesan Jerman menjuarai sebuah turnamen tentunya sudah tidak mengherankan lagi bagi para penggemar sepakbola. Namun ada hal yang lebih penting lagi jika sekedar membahas keberhasilan Jerman dalam menjuarai Piala Konfederasi.

Ya, Jerman hanya menurunkan “tim B” nya saat Piala Konfederasi di Rusia. Bukan bermaksud meremehkan para lawannya, tujuan Joachim Loew menurunkan skuad cadangannya lebih epada pertimbangan mencari pelapis tim inti dan menambah jam terbang para pemain muda yang disiapkan untuk Piala Dunia 2018.

Munculnya Jerman sebagai juara Piala Konfederasi 2017 membuat publik meramalkan bahwa mereka akan melaju mulus di Piala Dunia 2018 nanti di Rusia. Anggapan itu memang tak salah, mengingat Jerman mampu menjuarai Konfederasi hanya bermodalkan pemain yang jarang tampil di timnas.

Sebut saja Sandro Wagner, Lars Stindl, Nicklas Suele, Leon Goretzka, maupun Timo Werner. Bahkan nama terakhir yang digadang-gadang sebagai penerus Miroslav Klose ini menyabet gelar sebagai pencetak gol terbanyak dengan torehan 3 gol dan 2 assist.

Bermodalkan pemain muda dan jarang tampil di kancah internasional tidak membuat tim pasnser ini kehilangan daya dobraknya. Terbukti Jerman mampu keluar sebagai tip terproduktif dengan gelontoran 11 gol selama turnamen berlangsung.

Bahkan 3 pemain Jerman, yaitu Lars Stindl, Leon Goretzka, dan Timo Werner sama-sama mengemas 3 gol di ajang ini, namun Werner unggul dalam jumlah assist diantara kedua rekannya.

Melihat pencapaian timnas Jerman membuat orang merasa bahwa saat ini dunia sepakbola internasional sedang berada pada genggaman Jerman. Dimana mereka mampu menjuarai turnamen besar hanya bermodalkan pemain pelapis, mungkin hanya Julian Draxler dan Shkodran Mustafi saja yang lumayan sering tampil sebelumnya bagi timnas Jerman.

Proses regenerasi ini terbilang cukup menjanjikan bagi perkembangan sepakbola Jerman. Belum lagi beberapa hari sebelum timnas Jerman senior memastikan diri sebagai juara Piala Konfederasi, Jerman U-21 memastikan terlebih dahulu sebagai juara pada ajang Euro U-21 setelang mangandaskan Spanyol di partai puncak.

Jerman seharusnya sangat siap dalam menatap kejuaraan antar negara Piala Dunia tahun depan, mengingat pemain seperti Mesut Oezil, Toni Kroos, Thomas Mueller, Mats Hummels, Jerome Boateng, maupun Manuel Neuer tentunya bisa dimaksimalkan.

Jika terjadi sesuatu diluar harapan, tentunya para pelapis muda macam Julian Draxler, Timo Werner, Leon Goretzka, Amin Younes, Leroy Sane, Antonio Ruediger ataupun Marc Andre Ter Stegen pastinya sudah sangat siap untuk turun gelanggang.

Jarak antara tim utama dengan tim cadangan timnas Jerman begitu kompetitif, bahkan bisa dikatakan setara. Mungkin yang membedakan hanyalah jam terbangnya saja. Seiring berjalannya waktu, “skuad B” timnas Jerman yang diproyeksikan mengganti para seniornya bisa berkembang dengan pesat.

Itu sebuah bukti bahwa Jerman saat ini berhasil melakukan sebuah regenerasi guna menyambung generasi emas mereka yang menjuarai Piala Dunia 2014 lalu di Brasil. Jika boleh berkelakar, seharusnya Jerman mampu menurunkan 3 tim sekaligus pada Piala Dunia 2018 nanti di Rusia.

Raut optimisme selalu ada pada diri timnas Jerman, terlebih bagi sang nahkoda, Joachim Loew. Sang pelatih pasti sudah menyiapkan strategi jitu untuk kembali membawa Jerman pada kejayaan dan mempertahankan generasi emas.

Tidak berlebihan jika kita kembali membuka lembaran sejarah, dimana Adolf Hitler pernah mengatakan bahwa, deutchland ueber alles, yang dalam bahasa Indonesia memiliki arti: Jerman diatas segala-galanya. Ucapan Hitler ada benarnya memang, terlebih jika melihat kekuatan sepakbola Jerman saat ini.


*Foto diambil dari netralnews.com

Subscribe to receive free email updates: